12 Daerah Jabar Sudah Sekolah Tatap Muka, Bagaimana Indramayu?

oleh -55 views
Sekolah-tatap-muka
ilustrasi.Pembelajaran sekolah tatap muka

KOTAMANGGA-Sebanyak 12 kota/kabupaten di Jawa Barat dipastikan akan menggelar pembelajaran tatap muka, awal bulan Januari ini. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi, beberapa waktu lalu (4/1).

“Saat ini sudah ada 12 daerah yang siap menggelar sekolah tatap muka. Sedangkan 15 daerah lainnya belum tentu menggelar.Sudah banyak sekolah yang mengajukan lewat sistem kepada kami. Kalau ada yang tatap muka harus siap dengan sarana dan prasarana,” ujar Dedi dalam konferensi pers di kantornya.

Adapun 12 daerah yang siap melakukan sekolah tatap muka adalah di antaranya Kabupaten Purwakarta, Kuningan, Garut, Cirebon, Pangandaran, Ciamis, Banjar, Subang, Karawang, dan Kota Sukabumi.

Sementara 15 daerah lainnya akan melanjutkan pola belajar dari rumah (BDR) atau belajar online seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Bogor, Kota Cirebon, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Depok, Kota Bandung, dan Kabupaten Sumedang.

Dikatakan Kadisdik Dedi, rencananya sekolah tahun 2021 akan dimulai pada 11 Januari. Namun Siswa yang sekolahnya akan melakukan tatap muka tidak dipaksa untuk mengikuti jika memang belum ingin.

“Prinsipnya sukarela dan tidak wajib,” ujarnya.

Dedi memaparkan, sejauh ini sudah ada 1.743 dari 4.996 sekolah tingkat atas baik negeri atau swasta di Jawa Barat menyatakan kesiapannya untuk menggelar belajar tatap muka pada 11 Januari 2021 mendatang. Kendati begitu, pengajuan tersebut belum pasti diwujudkan, pasalnya kesiapan sekolah akan ditinjau kembali oleh Satgas COVID-19 di tingkat kabupaten/kota untuk diberikan rekomendasi.

Namun demikian, meski sarana dan prasarana sudah sangat menunjang untuk sekolah tatap muka di masa pandemik COVID-19, bisa saja sekolah yang bersangkutan tetap tidak menggelarnya. Sebab, nantinya pembukaan sekolah tetap menimbang segala aspek sesuai perkembangan wabah virus corona.

Pemberian izin pun bergantung dari masing-masing Satgas COVID-19 kabupaten/kota. Mereka yang berhak menentukan apakah di daerahnya sudah layak untuk menjalankan sekolah tatap muka atau tidak.

“Jadi izin dan rekomendasi ettap dari bupati atau wali kota sebagai ketua Satgas COVID-19,” papar Dedi.

BAGAIMANA INDRAMAYU?

Pemerintah Kabupaten Indramayu sebenarnya menjadwalkan bisa menggelar sekolah tatap muka. Akan tetapi melihat perkembangan pandemi Covid di Indramayu, hal itu batal dilaksanakan.

“Untuk Kabupaten Indramayu ditunda sampai waktu yang tidak bisa ditentukan,”ungkap Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indramayu, Caridin, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Caridin,kebijakan ini diambil seusai digelarnya rapat evaluasi dengan mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 di Indramayu. Sebagai gantinya, ungkap Caridin akan ada perbaikan dan evaluasi agar pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada semester ini lebih efektif dibanding tahun 2020.

“Kita menekankan pada inovasi dan kreativitas guru. Salah satunya adalah tim kami menciptakannya aplikasi Si Belmi atau Solusi Belajar Bahasa Inggris di Masa Pandemi,” .

Melalui aplikasi Si Belmi pelajaran Bahasa Inggris akan dibuat menyenangkan walau dilakukan secara online. Juga materi yang hendak disampaikan guru pun bisa lebih efektif diterima para murid. “Disdik tak henti hentinya memotivasi seluruh guru untuk membuat kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran ke anak didik,” pungkasnya. (bgm/cnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *